Archive for April, 2010

Sertifikasi Tenaga Kesehatan

April 30, 2010

Seperti telah kita dapatkan salah satu pengetahuan mengenai sertifikasi tenaga kesehatan dalam kuliah Diklat Jabfung Administrasi Kesehatan, yang disampaikan oleh Bapak Agus Sutarna, yaitu mengenai tenaga kesehatan yang menjadi ekspatriat di negara-negara Australia, Jepang, Hong Kong, dan Timur Tengah (Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab) sebagai perawat (registered nurse).

Jadi Indonesia bukan hanya menjadi negara sumber tenaga kasar, namun SDM terampilnya sudah banyak diminati di luar negeri. Salah satunya adalah perawat. Berita yang disampaikan di Koran Kompas hari ini (Jumat, 30 April 2010) di halaman 13 paling bawah dengan judul Pelayanan Kesehatan: Tenaga Medis Indonesia Diminati di Luar Negeri.

Jadi ingat kuliahnya Pak Agus Sutarna, yang juga mengajar di STIKES Binawan. Sistem registrasi dan akreditasi tenaga kesehatan yang belum maksimal menyebabkan tenaga perawat (Nurse) dari negara kita hanya dihargai atau dinilai sebagai care giver di negara lain, hanya karena tidak dapat menunjukkan secarik kertas sertifikasi. Status ini berdampak pada gaji mereka yang kalau tidak bisa menunjukkan bukti sertifikasi maka akan dipotong gajinya. Misalnya di Kuwait, kalau gaji nurse bersertifikasi mendapat 1.600 dinar, maka kalau tidak bersertifikasi maka hanya mendapat 1.000 dinar. Kalau di Australia gaji RN (registered Nurse) sebesar Aus $ 25/jam (sehari 8 jam kerja). Kalau gak bersertifikat maka ga bakal dibayar sekian.

Coba deh pemerintah kita tahu, berapa besar kenaikan pendapatan devisa negara dari sektor ini. SDM kita adalah terbesar keempat di dunia. Kalau semuanya bernilai dan berharga tentu menjadi asset yang amat berharga. Pemerintrah harus berbuat banyak untuk memperbaiki ini. Kami berharap dalam waktu dekat Indonesia menjadi negara mandiri bebas hutang dengan mengandalkan SDM-nya sebagai asset yang bernilai.

Wassalam

Profil Kesehatan Indonesia

April 29, 2010

Seorang administrator kesehatan sebagai pelayan terdepan administrasi kesehatan tentu harus mengetahui juga gambaran kesehatan penduduk di tempat ia bekerja dan Negara tempat ia tinggal. Untuk mengetahui gambaran kesehatan di Indonesia kita dapat mengetahuinya dengan membaca buku Profil Kesehatan Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia memberikan gambaran mengenai situasi kesehatan di Indonesia secara tahunan. Buku ini diterbitkan rutin setahun sekali oleh Kementerian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia memuat data kesehatan, sosial demografis dan data pendukung lain yang berhubungan dengan kesehatan seperti data kependudukan, sosial ekonomi dan pendidikan. Data tersebut dianalisis secara sederhana dan ditampilkan dalam bentuk narasi yang dilengkapi dengan tabel dan grafik.

Saat ini (penulis mengunjungi situs Depkes RI, 29 April 2010) buku terbaru yang tersedia adalah tahun 2008. Selain profil Indonesia juga ada profil kesehatan semua Provinsi dan Kabupaten/Kota misalnya provinsi DKI Jakarta. Cara mengunduhnya (mendownload) cukup dengan mengunjungi situs www.depkes.go.id. Nanti di bagian kiri bawah ada tampilan berikut tinggal pilih untuk Kolom Indonesia cukup pilih tahunnya dan untuk provinsi pilih provinsi dan kabupaten/kotanya. Sangat mudah dan gratis, cepat serta tidak perlu pendaftaran. Cukup punya sambungan internet.

Situs Kemenkes RI

Tempat Download Profil Kesehatan Indonesia dan Provinsi

Kalau mau menambah wawasan dan langswung mendonwload dapat kunjungi situs berikut dan unduhlah profil kesehatan yang anda inginkan:

http://www.depkes.go.id/downloads/profil/

Oke deh selamat menjelajah dan mendownload profil kesehatan Indonesia.

Oh ya kalau ada kesempatan akan dipaparkan secara garis besar isi dari profil kesehatan tersebut. Salam

Jabatan Fungsional Kesehatan

April 22, 2010

Dasar Hukum :

  1. UNDANG –  UNDANG  NOMOR  8 TAHUN 1974, JO UNDANG –  UNDANG
  2. NOMOR   43 TAHUN 1999
  3. PERATURAN  PEMERINTAH  NOMOR  12 TAHUN 2002 ( KP. PNS )
  4. PERATURAN  PEMERINTAH  NOMOR  9  THN  2003 ( KEWENANGAN )
  5. PERATURAN  PEMERINTAH  NOMOR  16 TAHUN 1994 ( JABFUNG PNS )
  6. PERATURAN  PEMERINTAH  NOMOR  32  THN 1996 ( TENAGA KES )
  7. KEPUTUSAN  PRESIDEN  NOMOR  87  TAHUN  1999 ( RUMPUN JABFUNG )
  8. PERATURAN  MENPAN MASING-MASING JABFUNGKES
  9. PERATURAN  BERSAMA MENKES & KA BKN MASING-MASING JABFUNGKES
  10. PERATURAN MENKES MASING-MASING JABFUNGKES

Tujuan Penetapan Jabatan Fungsional :

a.Peningkatan Produktivitas Kerja PNS
b.Peningkatan Produktivitas Unit kerja
c.Peningkatan Karier PNS
d.Peningkatan Profesionalisme PNS

Prospek Jabatan Fungsional

  1. Kedudukan dalam organisasi Jelas
  2. Tugas terstruktur dan berjenjang
  3. Kemandirian tugas diakui
  4. Jenjang jabatan sampai dengan untuk Terampil ( Penyelia III/d ) dan untuk Ahli ( Madya IV/c  & Utama IV/e )
  5. Memperoleh tunjangan bulanan
  6. Dengan prestasi sangat baik memperoleh peluang untuk naik pangkat/jabatan lebih cepat

Jenis-jenis Jabatan Fungsional Kesehatan

  1. Administrator Kesehatan
  2. Apoteker
  3. Asisten Apoteker
  4. Bidan
  5. Dokter
  6. Dokter Gigi
  7. Epidemiolog Kesehatan
  8. Entomolog Kesehatan
  9. Fisioterapis
  10. Nutrisionis
  11. Okupasi Terapis
  12. Ortosis Prostesis
  13. Penyuluh Kesehatan Masyarakat
  14. Perawat
  15. Perawat Gigi
  16. Perekam Medis
  17. Pranata Lab.Kes
  18. Radiografer
  19. Refraksionis Optisien
  20. Sanitarian
  21. Teknik Elektromedis
  22. Terapis Wicara
  23. Teknisi Gigi
  24. Teknisi Transfusi Darah
  25. Fisikawan Medis
  26. Psikolog Klinis
  27. Dokter Pendidik Klinis

Rekomendasi Adminkes

April 21, 2010
Suasana Kuliah Adminkes

Suasana Ruang Kuliah Adminkes

Rekomendasi setelah mengikuti pelatihan Jabfung Adminkes di BBPK Jakarta, CIlandak

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang didapat pada pelatihan Jabfung Adminkes ini adalah sangat penting dan berguna bagi saya. Hasilnya diharapkan dapat saya aplikasikan pada kegiatan harian di Institusi Kesehatan sebagai Pejabat Fungsional Administrator Kesehatan.
  2. Institusi kesehatan kami sebagai satu rumah sakit terbesar di Indonesia menurut penilaian Narasumber dan Widyaiswara kegiatan pelatihan tersebut seharusnya mempunyai beberapa tenaga dengan Jabatan Fungsional Administrator Kesehatan karena besarnya dan banyaknya kegiatan pelayanan administrasi kesehatan di rumah sakit tersebut.
  3. Kegiatan Bidang Pelayanan Medik banyak yang masuk dalam kategori kegiatan yang mendapat angka kredit untuk Jabfung Adminkes yaitu dalam unsur pelayanan administrasi kesehatan seperti mengumpulkan, mengolah dan membuat rekapan laporan-laporan kegiatan pelayanan medik dari Departemen/Unit Kerja dan lain sebagainya.
  4. Kami mengharapkan agar Bagian SDM memperhatikan tenaga yang berpendidikan sarjana kesehatan dan bekerja di pelayanan administrasi agar dapat diusulkan sebagai tenaga Fungsional Administrator Kesehatan ke Kementerian Kesehatan RI. Selaras dengan perhatian dari pemerintah yang telah memberikan ruang agar setiap tenaga yang berpendidikan kesehatan memiliki salah satu dari 30 jabatan fungsional  bidang kesehatan yang tersedia. Untuk itu perlu diadakan in house training Jabfung Adminkes bagi mereka sehingga mereka dapat memenuhi persyaratan pengangkatan pertama dengan biaya swadana.
  5. Kegiatan ini jika diadakan lagi maka Institusi Kesehatan kami harus mengirimkan kembali peserta untuk pelatihan tersebut. Dengan tetap memperhatikan latar belakang pendidikan yaitu Sarjana Kesehatan dan bekerja pada Bagian/Unit Kerja yang berhubungan dengan pelayanan administrasi kesehatan karena ternyata dari RS lain ada yang salah mengirimkan tenaga (yaitu pendidikannya non kesehatan dan bidang kerjanya tidak sesuai dengan ruang lingkup adminkes)

Demikian rekomendasi kami. Atas perhatiannya diucapkan terima kasih

Fakta dan Interpretasi

April 13, 2010
Kuliah Bikin Laporan

Kuliah Bikin Laporan

Jumat, 26 Maret 2010

Saat pelatihan Jabfung Adminkes kemarin kita mendapatkan 16 materi pengetahuan dan pelatihan. Salah satu materi yang kita terima adalah mengenai karya tulis ilmiah. Untuk menulis ilmiah kita diharapkan mampu menjadi observer (pengamat) data dan fakta di lapangan yang baik. Oleh Bapak Sudiharto, S.Kp, M.Kes, SRN kita diajarkan menghunjam ke dasar sekali dari pengetahuan kita dalam memaparkan sebuah peristiwa/kejadian. Kita diberikan contoh yang sangat gamblang mengenai perbedaan antara fakta dan data dengan interpretasi. Data sama dengan fakta. Data dan fakta tidak sama dengan interpretasi. Kita berlatih menjadi observer. Sebagai seorang pengamat yang melihat dan melaporkan suatu peristiwa.

Bahkan dari contoh latihan tersebut dapat dibuatkan persentasenya mengenai daya ungkap fakta dibandingkan dengan interpretasi kelas terhadap satu kejadian.Kalau interpretasi itu cenderung ke penafsiran seseorang terhadap seseorang atau sesuatu, jadi sudah subyektif. Sementara kalau mengungkap fakta apa adanya itu adalah bentuk pengungkapan obyektif. Jadi harus dihilangkan kecondongan atau keberpihakan sikap/pendapat seseorang dalam mengungkapkan sebuah fakta. Dalam karya tulis ilmiah sampaikanlah apa adanya, jangan ditambah embel-embel dan pemikiran sendiri. Biarkan suatu fakta itu jernih, biar orang mengambil kesimpulannya sendiri.

Dalam menulis ilmiah buang jauh-jauh interpretasi. Ungkapkan hanya data dan fakta. Tulisan ilmiah itu tidak ada rasa benar dan salah dari penulisnya.

AYO MENULIS

Pesan Pak Ato kepada para calon administrator kesehatan adalah untuk rajin-rajin membuat tulisan dan melakukan penelitian di lapangan dalam bidang kesehatan masyarakat. Beliau merasa miris sekali, bagaimana mungkin seorang ahli peneliti suku asmat bukan berasal dari Indonesia tapi dari London dan ahli peneliti tumbuh-tumbuhan Kalimantan juga bukan berasal dari Indonesia tapi dari Australia.

Padahal dengan melakukan penelitian di lapangan banyak masalah kesehatan mampu difahami dan diatasi dengan baik. Misalnya pengetahuan sosial budaya orang Sunda dan Orang Minang ternyata mempengaruhi kesehatannya. Orang Sunda dengan pola makannya lebih banyak sayur2an daripada daging ternyata kadar lemak tubuhnya relatif rendah dibandingkan dengan orang Minang yang suka rendang, jeroan dan daging2an. Hal ini menyebabkan Orang Sunda mengalami defisiensi Vitamin A karena vit A hanya dapat melarut dalam lemak. Jadi walaupun makan banyak bahan Vitamin A tapi tidak dapat diserap tubuh karena karakteristik orang sunda tersebut.

Sementara orang Minang karena makan berlemak dan penuh minyak maka jarang BAB, rata-rata BAB hanya 2-3x seminggu. Pada kelompok ini menurut penelitian Pak Ato orang Minang rentan terkena kanker saluran pencernaan.

Oke selamat menulis, selamat meneliti. Semangat menulis, semangat meneliti.

SKM dibutuhkan

April 7, 2010
Mecca Al Mukarommah

Ka'bah Mekkah Al Mukarommah

Kementerian Kesehatan RI c.q. Panitia Seleksi Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) membutuhkan tenaga-tenaga kesehatan termasuk sarjana kesehatan masyarakat (SKM) sebagai berikut untuk membantu penyelenggaraan pelayanan kesehatan di tanah suci Bulan November 2010- Januari 2011:

  1. Dokter (Umum dan Spesialis)
  2. Perawat
  3. Kepala dan Staf Sanitasi dan Surveilans (Sansur)
  4. Ka & staf Bidang Farmasi & Perbekalan Farmasi
  5. Analisis Kesehatan
  6. Radiografer
  7. Ahli rekam medis
  8. Teknisi elektromedik
  9. Nutritionis & dietisian
  10. Apoteker
  11. Petugas sistem komputerisasi haji terpadu

Untuk persyaratan dan informasi lengkap dapat mengklik di situs ini Seleksi Petugas Kesehatan Haji Indonesia (Depkes RI).

Selamat mendaftar, oh ya jangan lupa deadline registrasi kalau tidak salah sampai dengan tanggal 20 April 2010 (sebentar lagi).

Mohon dishare ke teman2 yang lain yang membutuhkan.

Wassalam

Adminkes? Binatang apa itu?

April 5, 2010
Gedung Rawat Inap Terpadu A RSCM

Gedung A RSCM

Adminkes? Apaan tuh? Binatang apaan tuh? Apa hubungannya adminkes dengan Hiu Merah?

Tentu saja bagi yang baru pertama kali mendengar tidak akan langsung faham mengenai ruang lingkup kegiatan dan jabatan ini.

Adminkes atau panjangnya Administrator Kesehatan adalah salah satu jabatan fungsional yang termasuk ke dalam Rumpun Kesehatan, Unit Pembinanya adalah Departemen Kesehatan,  tepatnya di bawah pembinaan Biro Hukum dan Organisasi (HUKOR) Setjen Kemenkes RI.

Definisi Administrator Kesehatan adalah PNS yang diberi tugas, wewenang dan tanggung jawab secara penuh oleh pejabat berwenang untuk melakukan analisis kebijakan di bidang administrasi pelayanan, perijinan, akreditasi dan sertifikasi program-program pembangunan kesehatan.

TUGAS  POKOK

Melaksanakan analisis kebijakan di bidang administrasi pelayanan, perijinan, akreditasi dan sertifikasi pelaksanaan program-program pembangunan kesehatan.  Yang dimaksud dengan Perijinan Pelaksanaan program-program pembangunan di bidang kesehatan, adalah menilai studi kelayakan institusi dan pemberi jasa untuk melaksanakan program-program kesehatan.

Sedangkan akreditasi adalah menilai program dan institusi pelaksana program kesehatan agar program dan institusi tersebut mendapat pengakuan formal yang telah ditentukan (sesuai dengan ukuran, standar, peraturan yang berlaku).

Kemudian yang dimaksud dengan Sertifikasi adalah menilai tenaga pelaksana pada suatu institusi kesehatan dan produk yang terkait dengan bidang kesehatan dengan cara menyesuaikan persyaratan standar yang telah ditetapkan sehingga tenaga pelaksana  ataupun produk tersebut layak untuk melaksanakan program kesehatan ataupun layak untuk  mendapatkan dokumen/sertifikat.

KELEBIHAN JABFUNG ADMINKES

Dengan melaksanakan tugas pokoknya tersebut seorang pemegang jabatan administrator kesehatan akan mendapatkan angka kredit. Angka kredit tersebut yang nilainya masing-masing sangat kecil akan diperhitungkan untuk mempertahankan orang tersebut dalam jabatan tersebut atau untuk naik pangkat apabila nilainya telah memenuhi.

Kelebihan dari seorang yang menempati jabatan fungsional Adminkes adalah:

  1. Dapat naik pangkat/jabatan lebih cepat, paling cepat dua tahun dapat naik pangkat/golongan dan jabatan
  2. Mendapatkan tunjangan fungsional bulanan
  3. Pangkat terakhirnya bisa mencapai IV/c (Pembina Utama Muda)

PERSYARATAN PENGANGKATAN PERTAMA

Pengangkatan pertama kali ke dalam Jabatan Fungsional Administrasi Kesehatan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Ijazah serendah-rendahnya Sarjana/D-IV  bidang Kesehatan.
  2. Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda – Gol. Ruang  III/a
  3. Telah mengikuti Diklat fungsional di bidang Adminkes dan memperoleh sertifikat
  4. Memiliki pengalaman dalam pelayanan Administrasi Kesehatan minimal dua tahun.
  5. Setiap unsur penilaian dalam  DP-3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam satu tahun terakhir.
  6. Surat pernyataan memilih jabatan fungsional Adminkes.
  7. Memenuhi AK kumulatif minimal untuk pengangkatan pertama.

Konsep Gender

April 5, 2010

Gender

Gender

image source: http://trendsupdates.com/merge-the-gender-divide-reposition-your-brand-if-you-have-to/

Buat teman-teman yang belum sempat mengkopi file Kuliah Konsep Gender yang dibawakan Ibu Drg. Hj  Siti  Mursifah MARS, pengelola dan pengajar pada Pusat Pelatihan Gender Bidang Kesehatan, BBPK Jakarta dapat mengunduh (download) file tersebut pada tautan (link) di bawah ini:

Konsep Gender @ 4shared.com

Mohon menggunakan file tersebut hanya sebagai materi pembelajaran pribadi semata, pemakaian/penggunaan di luar hal tersebut, apalagi untuk keperluan komersial tidak dibenarkan. Hak cipta ada di tangan pembuat (Ibu S. Mursifah).

Dan buat teman-teman yang ingin mengetahui informasi mengenai latar belakang pendirian PPGBK dapat dilihat pada tulisan Kesetaraan Gender Menjadi Dasar Pembangunan Kesehatan dengan membuka situs di bawah ini:

Kesetaraan Gender – Dirjen HAM, Dept. Hukum dan HAM.

Wassalam

Ade Darmaone

Materi Pelatihan yang dibawa pulang

April 4, 2010

Materi pendidikan dan pelatihan yang dibawa pulang peserta di antaranya adalah:

  1. Buku Modul Pengangkatan Pertama Kali dalam Jabatan Fungsional Administrator Kesehatan, Depkes RI
  2. Fotokopi Profil Jabatan Fungsional Bidang Kesehatan. Biro Hukum dan Organisasi. Sekretariat Jenderal Depkes RI. 2008.
  3. Jadwal Acara Diklat Jabatan Fungsional Administrator Kesehatan. BBPK Jakarta 2010.
  4. Fotokopi Salinan Surat Keputusan Kepmenpan No.42/KEP/M.PAN/12/2000 tanggal 22 Desember 2000 tentang Jabatan Fungsional Administrator Kesehatan. Setjen Depkes & Kessos RI Jakarta 2001.
  5. Kerangka Acuan Orientasi Lapangan Pelatihan Jabatan Fungsional Administrator Kesehatan ke Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta 2010.
  6. Formulir Rencana Tindak Lanjut Peserta Diklat Jabatan Fungsional Administrator Kesehatan 2010.
  7. Fotokopi DUPAK Jabatan Fungsional Administrator Kesehatan. Biro Hukum dan Organisasi. Sekretariat Jenderal Depkes RI.
  8. Butir kegiatan dan Angka Kredit Jabatan Fungsional Administrator Kesehatan. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. Biro Kepegawaian. Sekretariat Jenderal Depkes RI Jakarta.
  9. CD Kumpulan materi dan presentasi serta hasil latihan Diklat Jabatan Fungsional Administrator Kesehatan.

Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta

April 4, 2010
BBPK Cilandak

Panorama BBPK Cilandak

Gerbang BBPK Jakarta

Depan BBPK Jakarta

Sebelum berganti nama, Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta (BBPK Jakarta) dahulu lebih dikenal sebagai Bapelkes Cilandak. Namun sejak Januari 2010 yang dipakai adalah BBPK Jakarta. Lokasinya berada di ujung selatan Jakarta tepatnya di Jalan Wijaya Kusuma 45, Cilandak, Jakarta Selatan. Jarkanya sekitar 1 kilometer ke arah selatan dari Rumah Sakit Fatmawati Jakarta.

Kegiatan yang dilaksanakan biasanya adalah pendidikan dan pelatihan tenaga-tenaga kesehatan misalnya Diklat Pra Jabatan CPNS Depkes RI untuk golongan I dan II, Diklat Pimpinan (Diklat Pim) untuk Eselon IV dan III. Selain itu juga memberikan pelatihan lain di bidang kesehatan untuk menambah keterampilan para tenaga kesehatan di Indonesia, misalnya dengan pelatihan Gender dan lain-lain.

BBPK Jakarta sudah memiliki alamat website sendiri di alamat website: http://www.bbpkjakarta.org.

SEJARAHNYA

Tahun              Nama Institusi
1960 – 1970 Kursus Tambahan Bidan (KTB)

1970 – 1976 Pusat Latihan Kesehatan Masyarakat Nasional (PLKMN)

1976 – 1993 Balai Latihan Kesehatan Masyarakat (BLKM)

1993 – 2006 Balai Pelatihan Kesehatan (BAPELKES) Cilandak (Kepmenkes No. 911 /Menkes/SK/X/1993 & Kepmenkes No. 556 /Menkes/SK/VI/2002) 2006 – sekarang Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Cilandak (Pemenkes : No. 382A/Menkes/Per/V/2006)

Visi     :

Terwujudnya SDM Kesehatan yang profesional melalui Pendidikan dan Pelatihan yang memenuhi standar nasional dan internasional.

Misi     :

1. Mengembangkan Kompetensi Institusi

2. Mengembangkan Sistem Manajemen Mutu Diklat

3. Mengembangkan dan Meningkatkan cakupan Diklat

ORGANISASI

Saat ini yang menjadi kepala BBPK adalah Ibu Ir. Ace Yatihayati, MS. Beliau membawahi dua bidang organisasi di bawahnya yaitu Bidang Pengembangan dan Pengendalian Mutu (Bidang Dalmut) dan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan (Bidang Diklat).

GEDUNG DAN FASILITAS

Gedung :

- Ruang kelas sebanyak 10 unit dengan kapasitas @ 25-40 orang

- Ruang rapat sebanyak 3 unit yang dirancang khusus untuk 12-15 orang

- Asrama dengan kapasitas 172 tempat tidur

- Ruang makan (Restoran) yang dapat menampung 100 orang

- Auditorium dengan kapasitas 150 orang

Fasilitas dan Pelayanan :

- Resepsionis yang terletak di lobby utama

- Laboratorium komputer dengan 10 unit komputer

- Jaringan internet nirkabel (wireless internet protocol / Wifi)

- Perpustakaan di lantai 2 dengan 4.000 koleksi buku

- Ruang P3K

- Toko “Koperasi WijayaKusuma”

- Pelayanan Fotokopi

- Mushola (Sarana ibadah)

- Laundry khusus untuk peserta Diklat

- Fasilitas Olahraga (Tenis Meja , Lap. Bulu Tangkis , Lap. Senam , Lap. Futsal)

DIKLAT ADMINKES DI BBPK JAKARTA

Alhamdulillah, Diklat Jabatan Fungsional Adminsitrator Kesehatan dilaksanakan di BBPK Jakarta pada tanggal 23 Maret – 1 April 2010 yang fasilitasnya sudah direnovasi mulai tahun 2008-2009. Jadi tempat yang nyaman ini menjadi tempat yang penuh kesan mendalam, baik itu di antara peserta dengan peserta, maupun peserta dengan MOT serta narasumber dan widyaiswara.

Mohon bantuan Sultan SKM (Staf Bidang Dalmut BBPK Jakarta) untuk mengembangkan tulisan ini.

Ade Darmaone


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.